Sabtu, 29 November 2014

Seorang Imam

wanita cerdas tahu
siapa itu imam siapa itu setan
didunia kah ataupun akhirat kah
dia berlabuhkan hatinya
kepada pemuas nafsu dunia
dia pasrahkan hidupnya
kepada sang supir kehidupan
dia berikan sucinya
kepada malaikat dunianya,

tapi wanita cerdas tak tahu
siapa itu sejatinya imam
yang bakal jadi tangannya
dalam mengarungi getirnya zaman
tuh sisihkan nestapa sesat,

hati sudah tertulis
dengan tinta tajam yang tak terhapus
darah dan badan pun ikut semarak
ketika nama tersebut pekat menempel dihati
semua jadi satu
tanpa ada konflik disatu sisi pun
semua menghendaki
dia,dia,dia
menjadi pemimpinku.

tepat pukul 10
semua telah berubah
semua telah sirna
bahkan bunga dalam hati yang berseni
seketika layu termangsa waktu
hilang, mati dan tak tersisa
bahkan badai yang damaipun
ikut berteriak diujung otak
meneriakkan protes-protes tajamnya
menghentakkan, menghentikan semua yang berjalan

milik calonku
dua kata
dua belas huruf
satu frasa
kecil tak bermakna jadi kalimat,
namun potongan kecil deretan huruf itu
dengan pedang samurainya
langsung menyayat dan memotong tubuh ini
memenggal habis hati damai
dan merusak fikiran-fikiran jernih

semua sudah lebur
lebur bersama dua kata api
dua kata perusak
dua kata penganggu

biarlah,
batin ini merana karnanya
dan biarkan pula semua yang kudamba hilang
lenyap dan lebur bersama calon imamku yang gagal.
November

tangis bulan terpancar disini
dibulan ini
dibulan penuh bintang ini
dibulan bertabur bunga ini
dibulan pembawa madu ini
dibulan perintis senyum ini
dan dibulan bermerah hati ini.

walau desember kelak
bakal iri dengan ini
dengan semua yang terjadi
dengan kebahagiaan hati
yang dimiliki
merona, memecah kelabu, dan membakar kalbu
pasti terjadi dibulan ini.

namun sayang sudah acuh
membiarkan semua lari
kembali geram
mengamuk ditumpukan air mata
mungkin,
mungkin karna satu nama
satu orang yang tak bisa berhenti
mengadili perkara hati
kala rohani mulai meradang

biarkanlah,
goresan hati ini bercerita
berkeluh kesah kepadanya
kepada yang benar-benar layak
tuk jadi pundak
dalam tapakan kaki-kaki manis hati
yang mungkin tak kan tersisa
setelah ucapan surgawinya
meracuni relung pikiran.

duhai semua pendamba,
salahkah nurani ini
yang mendamba seorang imam
yang berniat suci
tuk jalani kewajiban ilahi
salahkah daku yang hina ini
mendamba kepada sang penipu
penipu bermuka dewa
yang sebenarnya tak pantas tuk dipuja!!!!

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...