Minggu, 30 April 2017

Teori Kepribadian Murray dan Allport

A.      Teori Kepribadian Henry Murray
Henry Murray lahir pada 31 Mei 1893 di New York City, USA. Murray mengikuti pendidikan di Groton school dan Harvard college. Tahun 1915 ia memperoleh gelar B.A. di bidang studi mayor sejarah di Groton school dan Harvard college. Tahun 1915 ia memperoleh gelr B.A. di bidang studi mayor sejarah di Groton school dan Harvard college. Tahun 1915 ia memperoleh gelar B.A. di bidang studi mayor sejarah. Tahun 1920 Murray memperoleh gelar M.A. di bidang biologi dari Colombia. Dalam waktu singkat ia menjadi instruktur fisiologi di Harvard university. Kemudian ia mengambil spesialisasi bedah selama dua tahun (1920-1922) pada Presbyterian hospital di new York.
1.      Pandangan Teoritis Murray
a.       Definisi Kepribadian
Bahwa kepribadian individu adalah abstraksi yang dirumuskan oleh ahli teorinya, dan bukan merupakan gambaran mengenai tingkah laku individu belaka.Konsepsi kepribadian, dengan komponen-komponennya yang diajukan oleh Murray dapat disarikan menjadi lima konsep, yakni :
1)      Kepribadian adalah rangkaian peristiwa yang secara ideal mencakup seluruh rentang hidup sang pribadi . “sejarah kepribadian adalah kepribadian itu sendiri”.
2)      Definisi kepribadian mencerminkan baik unsur-unsur tingkah laku yang bersifat menetap dan berulang maupun unsur-unsur yang baru dan unik.
3)      Kepribadian adalah fungsi yang menata (mengatur) atau mengarahkan dalam diri individu. Tugas-tugasnya meliputi pengintegrasian konflik-konflik dan rintangan–rintangan yang dihadapi individu, memuaskan kebutuhan-kebutuhan individu, dan menyusun rencana-rencanauntuk mencapai tujuan-tujuan di masa mendatang.
4)      Kepribadian itu di otak.” Tanpa otak tidak ada kepribadian”.[1]

b.      Struktur Kepribadian
Mengenai struktur kepribadian Murray mengajukan unsur-unsur sebagai berikut:
1)      Proceeding dan Serial
Proceeding yaitu interaksi yang waktunya terbatas antara individu dengan orang atau antara individu dengan objek. Proceeding adalah sepenggal waktu yang cukup untuk menyelesaikan pola-pola penting dari tingkah laku secara dinamis. Proceeding mempunyai awal dan penyelesaian, yang menunjukkan bahwa proceding itu terikat oleh dimensi waktu.
Sedangkan Serial yaitu serangkaian prosiding sehingga menjadi unit tingkah laku yang lebih panjang.
2)      Program Serial dan Jadwal
Program Serial yakni penyusunan teratur atas sub-sub tujuan yang merentang ke arah masa depan sampai jangka waktu yang lama.[2] Jadi, individu mencita-citakan tujuan untuk menjadi dokter tetapi diantara situasi sekarang dan tujuan ini terbentang tahun-tahun belajar dan pendidikan khusus. Apabila ia mengembagkan serangkaian sub tujuan, yang masing-masing mempunyai peranan makin mendekatkan orang yang bersangkutan pada titel dokter, mka ini bisa disebut program serial.
Jadwal adalah pengaturan  program-program serial dalam mencapai tujuannya tertentu. Jadwal-jadwal itu amat penting ,untuk menghindari terjadinya konflik dan tabrakan-tabrakan antara berbagai program serial. Jika penyusanan jadwal-jadwal itu efisien, maka kuantitas dan intensitas konflik dapat dikurangi.[3]
3)      Abilitas dan prestasi
Abilitas dan prestasi seseorang adalah bagian kepribadian yang penting, seperti ketrampilan mekanik, leadership,prestasi intelektual, dan tingkah laku sesksual. Abilitas menunjukkan potensi apa yang mampu dikerjakan seseorang ,mencakup variabel bakat herediter dan apa saja yang pernah dipelajari.  Prestasi atau achievement menunjukkan apa yang nyata-nyata dilakukanya dengan pengetahuan yang dimilikinya.[4]
Bagi Murray, setiap tingkah laku baru adalah bentuk prestasi karena tingkah laku itu pasti dibentuk berdasarkan koordinasi dan abilitas yang telah dimiliki. Jadi ini menjelaskan hakekat kreativitas dan proses menyusun rencana dari seseorang. Bersama-sama dengan konsep motivasi dan kebutuhan yang kompleks dari murray, pemahaman manusia menjadi sangat spesifik individual.
c.       Dinamika Kepribadian
1)      Kebutuhan
Need adalah konstruktur mengenai kekuatan di bagian otak yang mengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir, dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan.[5]
2)      Tekanan
Tekanan adalah suatu sifat atau atribut dari suatu objek lingkungan atau orang yang memudahkan atau menghalangi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan tertentu. Tekanan ada hubungannya dengan orang-orang yang mempunyai implikasi-implikasi langsung terhadap usaha-usaha individu untuk memuaskan kebutuhan.
Tekanan adalah bentuk penentu tingkah laku yang berasal dari lingkungan. Tekanan dari suatu obyek (bisa berupa manusia, benda, atau situasi) adalah apa yang dilakukan obyek itu kepada subyek (penerima tekanan), suatu kekuatan yang dimiliki oleh objek untuk mrmprngruhi subyek dengan cara tertentu
3)      Reduksi Tegangan
Konsep reduksi tegangan untuk menggambarkan bahwa tingkah laku timbul karena ada kebutuhan, dan kebutuhan itu menyebabkan terjadinya tegangan. Tetapi setelah kebutuhan itu sudah terpenuhi, maka tegangan tadi akan hilang atau berkurang, jadi tereduksi. Ketika kebutuhan hilang maka tegangan juga ikut menghilang.


4)      Tema
Tema meliputi situasi yang menggerakkan tekanan dan kebutuhan yang kemudian muncul. Jadi, tema menyangkut interaksi antara kebutuhan-kebutuhan dan tekanan dan memungkinkan meihat tingkah laku secara lebih global, tidak segmental.
5)      Interaksi Kebutuhan
Integrasi kebutuhan-kebutuhan adalah disposisi tematis yang mentap kebutuhan untuk mengadakan bentuk interaksi tertentu dengan tipe orang tertentu. Dengan integrasi kebutuhan orang lalu dapat mencari objek lingkungan yang cocok dengan gambaran yang merupakan bagian dari integrasi kebutuhan.
6)      Tema Kesatuan
Tema kesatuan merupakan kesatuan antara kebutuhan-kebutuhan dan tekanan yang berhubungan, yang diperoleh dari pengalaman kanak-kanak dan yang memberikan arti serta kesatuan pada bagian terbesar tingkah laku individu.
Murray mengemukakan bahwa tema kesatuan adalah campuran antara kebutuhan kebutuhan dominan yang saling berhubungan –bekerjasama atau bertentangan-yang berhubungan dengan tekanan yang dihadapi individu, yang memuaskan atau bersifat traumatis pada masa kanak-kanak.
7)      Regnansi
Proses-proses yang saling bergantung satu sama lain yang merupakan konfigurasi-konfigurasi yang dominan dalam otak sebagai proses-proses regnansi. Semua proses sadar berupa reganan, tetapi tidak semua proses regnan disadari. 
8)      Nilai dan Vektor
Nilai adalah sesuatu yang ada pada apa yang dkejar dalam kebutuhan , maka nilai harus dimasukan pada bagian analisis motif. Vektor untuk menggambarkan tendensi-tendensi tingkah laku , jadi vektor itu arah fisik atau psikologi suatu kegiatan secara luas. Nilai-nilai yang diemban vektor dijelaskan dalam rangkaian konsep nilai.


B.       Teori Kepribadian Menurut G.W. Allport
Menurut G,W. Allport struktur kepribadian individu dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) yang dimiliki oleh setiap individu dan adanya traits tersebut akan mendorong setiap individu untuk bertingkah laku. Jadi, menurut pandangan Allport, struktur dan dinamika umumnya adalah satu dan sama sifatnya. Lebih lanjut dalam menjelaskan tingkah laku pada individu , Allport menggunakan beberapa istilah yang dianggapnya berperan penting dalam hal ini, seperti refleks bersyarat (conditioned reflex), kebiiasaan (habit), sikap (attitude), sifat (trait), diri (self), dan kepribadian (personality).
1.Pengertian Kepribadian, Watak, dan Temperamen
a.       Definisi Kepribadian Menurut Allport
Semula Allport memberikan definisi kepribadian dengan sangat singkat. Ia menyatakan bahwa kepribadian didefinisikan untuk mengakomodasi tentang fakta manusia menurut pemikirannya. Lalu ia mengembangkan definisi tersebut dengan kepribadian merupakan suatu organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psychophysis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan dirinya terhadap sekitarnya.
Digunakan istilah organisasi (dnamic organitation)  dalam definisi Allport tersebut tercetus oleh realitas bahwa kepribadian selalu berkembang dan berubah dari waktu ke waktu meskipun padanya terdapat komponen dari kepribadian itu sendiri. Kepribadian bukanlah suatu menrtal yang sifatnya ekslusif semata-mata, melainkan semua komponen yang menyusun kepribadian adalah satu kesatuan yang melingkupi tubuh dan jiwa pada seseorang. Untuk menyatakan hal ini Allport memakai istilah pshycophysica.
Allport mengemukakan dalam definisinya tentang keprkibadian tersebut terjadi pula adanya tendensi-tendensi atau kecenderungan timbulnya determinasi yang berperan penting karena cukup aktif dalam pembentukan tingkah laku pada individu manusia.
Allport menegaskan bahwa kepribadian manusia memiliki eksistensi nyata, baik menyangkut segi neural maupun psikologis. Dalam hal ini Allport juga menggaris bawahi pernyataanya bahwa didunia ini tidak pernah dijumpai terdapat dua orang atau lebih yang benar-benar sama dalam upaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Akibatnya tidak satupun ditemui di muka bumi ada dua orang atau lebih yang memiliki kepribadian yang sama.
Kepribadian adalah sesuatu yang memiliki peranan pada individu untuk bisa beradaptasi pada lingkungan. Dengan demikian, definisi kepribadian yang dikemukakan oleh Allport bersifat universal dalam arti mencakup fisik dan mental yang ada pada individu.
b.      Pengertian watak (character)
Menurut Allport yang dinamakan watak (character) adalah kepribadian dinilai, sementa kepribadian tersebut adalah watak tak dinilai. Ia menunjukkan bahwa kata watak umumnya menunjukkan arti normative . dengan demikian, kata watak akan lebih tepat digunakan untuk menyatakan hal-hal perbuatan yang sifatnya etis.
c.       Peranan Tempramen pada Individu
Temperamen adalah istilah yang menunjukkan pada faktor-faktor biologis atau fisiologis yang melekat pada seseorang. Sejauh yang diamati oleh Allport selama peneylidikan sifat dari temperamen terlalu sedikit mengalami modifikasi dalam perkembangan. Ia menambahkan pembentukan temperamen pada sesesorang adalah khas karena didalamnya turut berperan adanya factor keturunan pada individu.
Temperamen merupakan bagian khusus dari kepribadian. Menurut Allport, temperamen didefinisikan sebagai suatu gejala karakteristik dari sifat emosi individu,termasuk didalamnya mudah atau tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan dan kecepatan bereaksi, dan kualitas kekuatan suasana hati. Gejala-gejala tersebut pada individu tampak tergantung pada factor konstitusional yang utamanya berasal dari factor keturunan (hereditas).
2.Sifat yang Dimiliki Individu
Allport memberikan pengertian dan menegaskan adanya perbedaan-perbedaan yang mendasar antara sifat(traits), sikap (attitude), dan type berkaitan dengan kepribadian yang melekat pada individu.lebih lanjut Allport menjelaskan tiga hal tersebut seperti diuraKan berikut ini.
a.       Pengertian sifat pada individu
Sifat yang melekat Pada setiap indiviud tidak terlepas dari pengamatan Allport dalam penyelidikan psikologi. Bahkan, dari hasil pengamatan atau penyelidikannya akhirnya Allport berhasil menyusun suatu definisi tentang sifat yang melekat pada individu-individu. Bagaimana definisi Allport mengenai sifat yang seperti apa cirri-cirinya ?
Sifat adalah sistem neurophysis (neurophysic sistem) yang digeneralisasikan.
Dan diarahkan dengankemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara seksama. Sifat berperan penting dalam memulai dan membimbing tingkah laku adaptif serta ekspresi secara sama. Siifat sebenarnya merupakan tendensi determinasi  atau predisposisi. Hal penting yang perlu diketahui berkaitan denga sifat bahwa kecenderungan tidak hanya terikat kepada sejumlah kecil perangsang atau reaksi, tetapi oleh adanya keseluruhan pribadi individu yang bersangkutan. Sementara yang dimaksudkan dengan sistem neurophysis (neurophysic systems) oelh Allport utnuk mempertegas bahwa “traits” benar-benar ada pada diri setiap individu. Hal itu ditekankan oleh Allport karena dalam kalangan msyarakat berada pro dan kontra tentang pendapat yang menyatakan bahwa traits memang benar-benar ada oada diri individu dalam menentukan kepribadiannya.
Dua kubu yang saling bertetangan, kubu pertama dipelopori oleh ahli yang memiliki pemahaman bahwa traits hanya ada dalam pengamatan yang dilakukan oleh orag lain. Kubu pertama ini dinamakan pendiri biososial. Sementara kubu kedua yang dipelopori oleh ahli yang berpendapat bahwa traits tidak tergantung kepada pengamat, tetapi benar-benar memiliki eksistensi dalam pribadi yang nyata.kubu dua ini sering dinamakan pendiri boiphysic.
Merespon adanya pendapat adanya dua kubu yang saling berbeda satu sama lain tersebut, Allport dituntut memihak salah satu kubu. Dalam hal ini ia lebih cenderung memihak pendapat yang dikemukakan kubu kedua. Hal itu dibuktikan oleh tindakan Allport dalam setiap kuliah yang disampaikan kepribadian cara mahasiswanya. Ia mengutarakan bahwa traits merupakan seuatu kenyataan berakhirnya dalam organisasi psikologis. Allport menuliskan bahwa yang dinamakan sifat pada individu atau seseorang tidak hanya sekedar sebuah eksistensi nominal saja, tetapi juha sesuatu yang benar-benar ada atau melekat pada individu. Setiap sifat kepribadian yang mencerminkan keselarasan tingkah laku individu yang bersangkutan.
b.      Perbedaan sifat dengan kebiasaan sikap
Menurut Allport pengertian sifat dan sikap keduanya adalah khas melekat pada individu dan fungsi keduanya sama-sama sebagai penyebab dimulainya tingkah laku pada individu. Sifat dan sikap sama-sama berperan penting dalam membimbing dan mendorong tingkah laku pada individu. Sifat dan sikap sesungguhnya merupakan hasil dari factor genetis dan belajar yang dilakukan individu yang bersangkutan. Selain mempunyai persamaan-persamaan, antara sifat dan sikap memiliki perbedaan mendasar yaitu sikap (attitude)  berhubungan dengan suatu objek atau sekelompok objek. Ketentuan seperti ini tidak berlaku untuk sifat yang melekat pada individu. Semakin besar jumlah objek yang dikenai oleh sikap, sikap tersebut akan semakin mirip dengan sifat pada individu yang bersangkutan. Suatu sikap yang dimiliki individu yang satu dengan individu lainnya dapat berbeda-beda. Hal itu disebabkan sikap adalah khas pada individu, sementara sifat umum keberadaannya. Sikap ber[eran memberikan penilaian yaitu menerima atau mnolak  terhadap objek yang dihadapi, sedangkan sifat tidak demikian.
c.       Sifat-sifat Umum dan Sifat-sifat Individual
Menurut Allport ditengah-tengah kehidupan masyarakat luas mungkin saja ditemui dua orang atau lebih memiliki kemiripan dalam struktur sifat yang sesungguhnya berbeda satu sama lain, tetapi selalu saja ditemui corak yang khas mengenai cara bekerjanya sifat-sifat pada setiap individu. Hal itulah yang menyebabkan terdapatnya perbedaan sifat sama yang terdapat pada individu lain. Dengan demikian, sifat bersifat khas terdapat pada individu tertentu. Allport menambahkan penjelasannya bahwa adanya pengaruh-pengaruh sama dari masyarakat yang terdapatnya kesamaan biologis yang berpengaruh pada perkembangan individu.
Allport berpendapat sifat-sifat umum sama sekali bukan sifat individual yang sesungguhnya. Karena sifat-sifat umum hanyalah aspek-aspek yang dapat diukur dari sifat  individu yang kompleks. Menurut Allport cara pandang seperti diuraikan di atas itu tidaklah dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya untuk pemberian definisi sifat kekhususan individu-individu. Ia menambahkan ketentuan itu hanya berlaku untuk melihat segi kegunaan sifat-sifat yang melekat pada individu. Sementara itu, Allport memberikan definisi atau pengertian tentang sifat pada individu sebagai sifat individu. Allport mengemukakan alasan, yaitu sifat-sifat selalu didapatkan atu senantiasa ada pada individu dan sifat-sifatt tersebut berkembang yang muncul menjadi disposisi-disposisi dinamis dalam cara-cara yang khas sesuai dengan pengalmn masing-masing individu yang bersangkutan.
d.      Perbedaan Taraf Keumuman dari sifat
Menurut Allport, taraf keumuman sifat pada Individu-individu dibedakan menjadi tiga hal untuk lebih memudahkan dalam pemahaman. Ketiga hal tersebut, yaitu sifat pokok, sifat sentral, dan sifat sekunder. Masing-masing memiliki cirri-ciri dan peranan sendiri pada pembentukan tingkah laku individu.
Sifat pokok (the insinent trait) merupakan sifat yang paling menonjol pengaruhnya pada aktivitas individu, baik aktivitas secara langsung maupun tidak langsung. Hanya saja difat pokok tidak selalu terdapat dominan pada seseorang. Dinyatakan bahwa sifat pokok relative kurang biasa pada setiap individu atau kurang menampak pada tiap individu. Sifat pokok pada individu tidak disembunyikan, tetapi sebaliknya sifat ini dapat muncul begitu terlihat pada indivu tertentu.. seseorang dapat dikenal karena sifat pokoknya.
Sifat sentral merupakan sifat yang melekat pada individu-individu yang khas (karakteristik). Sifat sentral umumnya pada individu terlihat pada adanya kecenderungan-kecenderungan individu untuk memfungsikannya. Sifat sentral mudah dikenali pada individu-individu.
Sifat sekunder merupakan sifat yang mempunyai perannan yang berbeda, tidak seperti kedua  sifat yang telah disebut sebelumnya. Sifat sekunder memiliki peranan atau fungsi yang terbatas, kurangt menentukan dalam pembentukan kepribadian individu. Sifat sekunder lebih terpusat pada respons-respons dan perangsang –perangsang yang cocok. Jika demikian, sifat sekunder akan tampak peranannya ada individu yang bersangkutan.
e.       Sifat ekspresif pada Individu
Sifat ekspresif merupakan disposisi yang memengaruhi bentuk tingkah laku pada seseorang (individu). Allport berpendapat perlunya suatu rangsangan tertentu untuk dapat mengaktifkan suatu trait (sifat) agar traits dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pernagsang yang dimaksud dapat berasal dari luar diri individu maupun dapat berasal dari dalam. Pada umumnya, sifat yang melekat pada individu bukan merupakan reflector dari perangsang-perangsang yang  berasal dari luar diri individu. Individu dapat mencari perangasang yang tepat agar dapat mengaktifkan sifat sehingga berfungsi sebagaimana yang dikehendaki.
f.       Kebebasan dan Konsistensi daripada sifat-sifat
Allport menjelaskan bahwa sifat yang melekat pada individu sebenarnya dapat ditandai kualitas memusatnya daripada sifat yang bersangkutan. Setiap sifat memiliki pusat tertentu, fungsi sifat tersebut menjadi lebih nyata atau memiliki pengaruh yang kuat pada kedudukan yang berada di sekitar pusat tersebut. Allport menambahkan bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh sifat tersebut terjadinya secara stimultan (serempak) dengan pengaruh sifat-sifat yang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari suatu sifat dapat dikenali pada individu oleh adanya keteraturan atau ketetapan pada cara-cara individu bertingkah laku. Adapula individu memperlihatkan tingkah laku yang tidak tetap dan hal itu disebabkan terjadinya beberapa sifat yang saling menutupi secara aktif bersifat serentak. Dnegan demikian, ketetapan (konsistensi) tingkah laku Individu tidak terlihat tegas.
Allport menjelaskan ketidaktepatan sifat-sifat yang dimiliki oleh individu-individu disebabkan terdapat unsure-unsur yang tidak tepat juga. Ketidak tetapan tingkah laku dapat mencerminkan keadaan batin individu tersebut yang diorganisasikan secara khas dalam dirinya.
3.      Keinginan Individu Untuk Masa Depan (Intensi)
Allport telah melakukan penyelidikan psikologi pada individu-individu berkaitan dengan intensi. Ia mendefinisikan pengertian intense sebagai keinginan individu mengenai masa depannya. Secara lebih luas penggunaan istilah intense mengandung pengertian harapan-harapan, keinginan-keinginan, ambisi, cita-cita, rencana seseorang untuk menyongsong kehidupan masa depan. Menurut Allport, apa yang akan dicoba untuk dilakukan seseorang merupakan kunci dan itu merupakan hal terpenting bagi apa yang dikerjakan masa sekarang. Pendapat Allport yang kemudian dikenal sebagai teori Allport seperti itu dinilai berbeda dengan pendapat ahli psikologi lain, yaitu Adler dan Jung. Kedua ahli psikologi yang disebutkan terakhir yang telah melakukan penyelidikan tentang pentingnya masa lampau berkaitan dengan intense individu-individu.
4.      Proprium dalam Pembentukan Kepribadian Individu
Allport mengemukakan pendapatnya dalam penggunaan istilah self untuk menyatakan ego sebaiknya diganti dengan istilah proprium (propriate function).Tujuannya untuk menghindarkan dari kekaburan dan arti khusus mengenai istilah tersebut.
Propium keberadaannya dalam diri individu tidak dibawa semenjak dilahirkan kepribadian dunia, tetapi berkembang seiring dengan perkembangan individu dalam kehidupan. Proprium ini dinilai sangat penting peranannya dalam pembentukan kepribadian individu. Dengan demikian, proprium merupakan suatu yang vital bagi penentuan kepribadian setiap individu. Itulah sebabnya Allport menganggap penting hal ini dan tidak terlepas dari penyelidikan-penyelidikan psikologi seputar kepribadian manusia yang penah dilakukannya.
5.      Prinsip Autonomi Fungsional pada Individu
Prinsip autonomi fungsional menyatakan bahwa aktivitas tertentu atau bentuk tingkah laku tertentu dapat menjadi akhir atau tujuan sendiri walaupun dalam kenyataannya mula-mula terjadi karena adanya alasan lain. Setiap tingkah laku individu apapun bentuknya sederhana atau kompleks dapat terus berlangsung dengan sendirinya tanpa adanya factor biologis yang memperkuatnya lagi. Dicontohkan oleh allport seorang pemburu tetap akan berburu karena ia menyukainya bukan karena terdorong oleh kebutuhan untuk makan atau yang lainnya. Itulah yang dinyatakan oleh allport dengan istilah autonomi fungsional.
Allport mengemukakan alas an tentang konsepsinya dengan menunjukan bukti-bukti adanya suatu kecenderungan pada organisme untuk tetap ada suatu respon walaupun alas an yang menimbulkan respon tidak ada. Menurut alport, perbuatan-perbuatan yang dilakukan dan terjadinya secara terus menerus dengan tanpa henti itu dinamakan reflex sirkuler yang merupakan contoh dari functional autonomy.
Tanggapan allport terhadap datangnya kritikan berupa pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh bertocci ialah dengan cara menjelaskan dan memperluas teorinya. Penjelasan atau perluasan teori allport mencakup suatu bentuk “ego psychology”. Allport mengemukakan contoh autonomi fungsional yang secara garis besar meliputi dua pola. yaitu pertama, perseverantive behavior, baik berasal daei hewan maupun dari diri manusia. Bentuk ini disebut opportunistic yang terdapat pada semua kepribadian, tetapi tidak begitu terikat pada proprium. Pola propriate memberikan tenaga mengatur dalam kepribadian sehingga individu tidak terpecah belah menjadi dorongan-dorongan yang tidak berhubungan satu sama lain seperti dinyatakan bertocci. Kedua, adanya tenaga pendorong pada individu-individu sehingga pada setiap individu timbul minat dengan didukung oleh adanya pengalaman, nilai-nilai, dan seluruh gaya hidup pada individu yang bersangkutan.
Dorongan-dorongan yang khas pada individual terbentuk sebagai akibat adanya proses deferensiasi dalam belajar yang berpangaruh pada temperamen dan bakat kearah perkembangan yang sifatnya divergen. Setiap individu meskipun satu spesies masing masing memiliki kepribadian yang khas. Adanya pengaruh dari kebudayaan dan proses belajar memungkinkan kemiripan-kemiripan kepribadian antar individu meskipun kemiripan yang terjadi pada batas-batas tertentu. Dengan pernyataan lain, kebudayaan dan proses belajar berpengaruh terhadap perubahan kepribadian individu-individu meskipun pengaruh tersebut tidak mampu membentuk individu-individu memiliki kepribadian yang sama persis, tetapi hanya sebatas kemiripan.
6.      Mekanisme Perkembangan Keperibadian Individu Menurut Allport
Jika ditilik dari teori autonomi fungsional yang dikemukakan oleh allport, setiap individu dapat dipastikan mengalami perubahan-perubahan penting dalam hidupnya. Perkembangan tersebut meliputi pula perkembangan kepribadiannya. Perkembangan kepribadian yang penting diketahui, yaitu terjadinya saat masih kanak-kanak. Allport berpendapat setiap individu mula-mula dalam keadaan neonatus, yaitu semata-mata sebagai makhluk yang dilengkapi dengan keturunan-keturunan, dorongan-dorongan/nafsu-nafsu, dan refleks-refleks. Neonatus juga telah memiliki refleks-refleks tertentu seperti menghisap dan menelan. Selain itu, neonatus juga mampu melakukan gerakan-gerakan yang sifatnya belum terdeferensiasi, yaitu semua otot turut digerakkannya. Pada individu yang masih berusia anak-anak memiliki semacam aktivitas umum.
Dinyatakan bahwa pada anak-anak dalam menuju ke dewasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang oleh allport terjadinya dinyatakan mengalami proses deferensiasi dan integrasi. Proses demikian itu terjadi secara berangsur-angsur. Perkembangan pada anak-anak dapat dilihat dari adanya ekspresi-ekspresi emosional dengan kecenderungan untuk menyesuaikan dengan dirinya dengan masa-masa ke depan. Dengan demikian, jika diamati secara kritis, tingkah laku anak-anak merupakan perintis bagi pola-pola kepribadian selanjutnya. Allport mencatat tingkah laku anak tersebut menunjukan sifat-sifat kekhasan tersendiri.
Allport menjelaskan perkembangan manusia terjaid pada individu-individu karena kedudukannya sebagai suatu organisme yang ketika lahir adalah makhluk biologis, kemudian berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang, struktur-struktur sifatnya meluas dan hal ini merupakaninti dari tujuan-tujuan dan aspirasi-aspirasi masa depan. Peranan yang sangat menentukan dala suskse atau tidaknya proses perkembangan itu adalah autonomi fungsional. Mengapa disebut demikian? Menurut allport hal itu disebabkan segala apa yang semula sebagai alat untuk mencapai tujuan biologis akan dapat menjadi suatu motif autonomy yang mendorong dan memberikan arah pada tingkah laku.
Jika teori perkembangan yang dikemukakan oleh allport tersebut dikritisi secara mendalam, tampak dua teori kepribadian individu, yaitu pertama, teori kepribadian yang cocok diterapkan bagi anak yang baru lahir. Untuk hal ini teori kepribadian didasarkan pada bidang biologi. Kedua, diterapkan pada individu menuju masa dewasa.

C.    Persamaan maupun Perbedaan
Raymond Cattell, Henry Murray, dan Gordon Allport semuanya menekankan pada struktur kepribadian. Bagaimana persamaan dan perbedaan penekanan yang dapat dilihat dari teori kepribadian mereka masing-masing?
I.       Persamaan Teori Kepribadain Henrry Murray dan Gordon Allport
a.       Kepribadian Indivdiu akan berkembang sesuai dengan usia individu. Perkembangan Kepribadian  diklasifikasi dimulai sejak individu berumur  0 tahun sampai dengan usia yang ditentukan.  Teori Raymond Cattel  batas usia sampai dengan  diatas 65  tahun, Gordon Allport 12 tahun.  Henrry Murray tidak mengklasifikasi Kepribadian.
b.      Lingkungan mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang.
c.       Raymond Cattel dan Henrry Murray memasukan masa lalu / life record seseorang dalam berperilaku.
d.      Kepribadian dibentuk dengan proses pembelajaran.

II.    Perbedaan
Raymond Cattel
Gordon Allport
Henry A Murray 
a.    Tingkahlaku indvidu dapat disesuaikan dalam situasi yang berbeda – beda, tanpa mengubah trait yang sudah ada. Perkembangan yang baik adalah apabila individu dapat mengkombinasikan antara ideal self (yang diingikan) & Real self (pertimbangan rasional)  menjadi struktural self sehingga menjadi individu berpendirian dan bertingkahlaku realistis.
b.   Tingkahlaku indvidu dapat disesuaikan dalam situasi yang berbeda – beda, tanpa mengubah trait yang sudah ada. Perkembangan yang baik adalah apabila individu dapat mengkombinasikan antara ideal self (yang diingikan) & Real self (pertimbangan rasional)  menjadi struktural self sehingga menjadi individu berpendirian dan bertingkahlaku realistis.
a.   Masa lalu tidaklah penting dalam perkembangan kepribadian individu.  Individu yang berkembang adalah individu yang proaktif, berorientasi pada masa depan dan psikologinya. Rasionalisasi adalah Mekanisme pertahanan diri.
b.   Struktur dan dinamika umumnya adalah satu dan sama sifatnya. Lebih lanjut dalam menjelaskan tingkah laku pada individu , Allport menggunakan beberapa istilah yang dianggapnya berperan penting dalam hal ini, seperti refleks bersyarat (conditioned reflex), kebiiasaan (habit), sikap (attitude), sifat (trait), diri (self), dan kepribadian (personality).
c.   salah satu yang paling memotivasi manusia adalah kecenderungan unutk memenuhi kebutuhan – kebutuhan biologisnya. Kecenderungan ini disebut dengan pemfungsian oportunitik. Oportunitik bersifat reaktif, berorientasi masal lalu dan biologis.
a.    Perilaku individu adalah hasil kombinasi dari tuntutan internal
( ketidaksadaran) hasil dari pengalaman masa lalu dan kombinasi ekternal atau tuntutan lingkungan sebagai motivasi untuk pemenuhan diri. Herry Murray menggunakan Gambar untuk  dapat memproyeksikan isi kepribadian individu dalam cerita –ceritanya.
b.    abstraksi yang dirumuskan oleh ahli teorinya, dan bukan merupakan gambaran mengenai tingkah laku individu belaka.
c.    dikenal dengan teori persoalogis( personalogical system).  Hakikat Individu yang terintegrasi dan dinamis sebagi suatu organisme yang kompleks yang berespons terhadap lingkungan. Murray menekankan pentingnya kebutuhan dan motivasi yang dapat berpengaruh pada individu.




[1] Ki Fudyartanta, Psikologi Kepribadian(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012) hlm. 397
[2] Dr. A. Supratilnya, Teori-teori Psikodinamik( Yogyakarta : PENERBIT KANISIUS, 1993) hlm. 27
[3] Ki Fudyartanta, Psikologi Kepribadian(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012) hlm. 399
[4] ibid
[5] Alwisol, Psikologi Kepribadian(Malang: UMM Press, 2009)  hlm.184

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...