Beberapa strategi yang di gunakan dalam perkembangan karir.
Strategi atau metode bantuan dalam perkembangan karir menurut Miller (dalam Utoyo
1997). Metode-metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Achievement motivation training, metode yang digunakan
dengan memberikan motivasi siswa untuk memperoleh kesuksesan, dengan dibantu
untuk memahami karakteristik berprestasi tinggi dan bagaimana siswa mencapainya.
2. Assesment techniques, penggunaan yang berstandar dan
teknik pengukuran yang lain untuk mengukur karakteristik siswa.
3. Behaviour modificattion techniques, metode yang digunakan
konselor membantu siswa untuk mempelajari tingkah laku yang diinginkan.
Misalnya teknik-teknik yang digunakan : reinforcement, behaviour contracts, dan
social modeling.
4. Career days, hari-hari tertentu yang dipilih dan
ditetapkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan
pengembangan karir.
5. Creative experience, kreatif adalah kapasitas siswa yang
meliputi: sikap ingin tahu, banyak akal, berdaya cipta, spontan, dan terbuka.
Para siswa diberikan pengalaman untuk mengembangkan kreativitas.
6. Decition making training, teori perkembangan karir
menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang menekankan pada komponen-komponen:
(1) eksplorasi dan klasifikasi-klasifikasi nilai-nilai pribadi (2) studi proses
yang dapat dipelajari, (3) penggunaan data diri pribadi dan lingkungan.
7. Economic and consumer education, program ini bertujuan:
(1) membantu siswa memahami struktur ekonomi masyarakat Indonesia dan pengaruhnya
pada individu, (2) membantu siswa bahwa mereka tidak selalu jadi pekerja, tapi
mereka juga akan menjadi konsumer dan pelayan yang baik.
8. Field trip, metode ini merupakan pendekatan bimbingan karir
yang diberikan pada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengadakan
observasi kehidupan riil terhadap dunia kerja.
9. Group guidance and counseling, pembelajaran dan
klasifikasi informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan karir melalui konseling.
10. Individualized education, pendekatan pendidikan para
siswa diminta bertanggung jawab untuk mengatur kegiatan belajarnya sendiri.
Peran konselor/guru mengorganisir sumber belajar, motivasi siswa dan memimpin
kelompok kecil dalam pengalaman belajar.
11. Intergroup education, menekankan pada sumbangan khusus
dan kelompok budaya yang beraneka macam, membantu anggota kelompok budaya
merasakan, menghargai dalam anggota kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar