Kamis, 25 Mei 2017

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yaitu bakat, prestasi, minat, nilai-nilai, dan kepribadian. Berikut penjelasan dari kelima jenis tes tersebut;

1. Bakat
       Tes bakat digunakan untuk memprediksi level kemungkinan yang akan terjadi dan kemampuan individu untuk melaksanakan tugas. Bakat individu dapat diketahui melalui tes. Instrumen tes yang biasa digunakan dalam pengukuran bakat antara lain: Baterai Primery Mental Abilities (PMA) dari Thurstone, Differential Aptitude Test (DAT) terbitan Psychological Corporation, California Test of Mental Maturity, dan lain sebagainya. Di Indonesia untuk mengukur bakat individu digunakan tes yang bernama Intelligence Structure Test (IST) yang terdiri dari sembilan aspek bakat.
2. Prestasi
        Sharf (1992:22) mengemukakan bahwa "achievements refer to a board range of event that individuals participate in and accomplish during their lifetime". Prestasi dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu tahap pertama prestasi akademik, biasanya diukur dengan angka, akan tetapi dengan skor khusus tertentu. Kedua prestasi dalam kerja seperti kesempurnaan tugas-tugas. Ketiga yang sangat cocok dengan teori trait and factor yaitu prestasi yang terkait dengan syarat-syarat untuk memasuki dunia kerja. Prestasi dapat diukur secara kuantitatif melalui tes-tes yang digunakan untuk memasuki salah satu profesi.
3. Minat 
        Dapat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997:370). Minat adalah suatu yang bersifat pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka. Dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan sesuatu yang telah menarik minatnya. Hurlock (1986: 144) mengatakan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih.
        Selama berpuluh-puluh tahun, minat merupakan ciri yang sanagt penting dalam seleksi karir individu. Herr and Crammer (1984: 94) mengemukakan bahwa minat merupakan entry point yang dapat memprediksi karir individu daripada bakat dengan beberapa kemampuan. Alasannya adalah bahwa memasuki pekerjaan dapat diprediksi lebih baik dari minat daripada sikap individu dengan banyak kemampuan yang bisa memilih rangkaian yang luas. Tidak sama dengan tes sikap mempunyai skala kerja yang khusus.
        Instrumen yang bisa digunakan untuk mengukur minat individu terhadap karir tertentu antara lain: (a) Kuder Preference Record- Form C (KPRC) scientific,persuasive, atristic, literary, musical, social service and clerial; (b) strong interest inventory (SII) Basic Interest Scale dengan aspek yang diukur di antaranya adventure, art, athletics,bussiness management, domestic, merhanding, militaryactivities, music/dramatic, danlain sebagainya.
4. Nilai-nilai
        Melambangkan sesuatu yang penting. Nilai-nilai sebagai suatu yang sulit untuk memperkirakan kemungkinannya. nilai-nilai yang sangat penting dalam konseling karir yaitu nilai-nilai umum dan nilai dunia kerja. Adapun maksed dari pengetahuan mengenai nilai-nilai ini adalah agar individu mampu memutuskan arah karir yang jelas.
5. Kepribadian
       Pengukuran dari kepribadian telah menjadi era penting dari belajar dan berguna untuk mengkonseptualisasikan individu dalam pilihan vokasional. Minimal terdapat tiga jenis intrumen untuk mengukur insividu. Dengan instrumen tersebut konselor dapat mencocokan profil kepribadian konseling dalam karir yang cocok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...