Selasa, 02 Desember 2014

Mendung Hati Layu


kegundahan kembali datang
berselimut kepalsusan
kembali merenggut
kesucian kesucian diri
yang mulai terbenam
bersama sinaran mentari sore
pada langit-langit merah jambu
dalam hentakan nada-nada syahdu


deadline pun turut menambah rancu
pikiran kini telah kehilangan madu
hanya racun pengadu
yang saling bercumbu
yang menggerogoti pikiran semu
tanpa sedikit rasa candu
dia selalu
menerobos melewati waktu
tuk hancurkan mimpi-mimpi dadu

Tuhan,
sampai kapan??
harus kujalani nestapa pahit ini
apakah ini caramu
tuk asingkanku dari dunia ini
agar ku tengadah dipelukmu
tuk ukirkan namamu
dibibirku,
ataukah ini
memang layak untukku
karna ku selalu menganggumu
disela-sela istirahatmu,

Tuhanku.....
tempat ku mengadu,
sampai kapan??
lirik-lirik nada ini
tetap kutulis
tuk obati sakitku
karna kekecewaan ini
sudah tak bisa terbendung,

Tuhan,
biarlah ku tenang sejenak
tanpa mengisi kerongkongan ini
dengan racun-racun duniawi
biarkan kuisi dengan alunan surgawimu
agar kubisa istirahat tenang bersamamu,

izinkanlah jiwa-jiwa labil ini
mengikuti perjalanan angin malam
saat jiwa tak lagi
punya dambaan pemimpin
hanya kedukaan bungalah
yang jadi penentu arah
tuk lalui sisa nafas panjang ini.........

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...