Kamis, 09 Maret 2017

KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING


Kegiatan pendukung bimbingan, sebagaimana disebutkan dalam Pedoman Umum Pelayanan Bimbingan, meliputi kegiatan pokok aplikasi instrumen bimbingan, penyelengaraan himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus. Semua jenis kegiatan pendukung itu dilaksanakan di SMP dan secara langsung dikaitkan pada keempat bidang bimbingan, serta disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik SMP.
A.    MATRIK JENIS KEGIATAN PENDUKUNG DAN BIDANG BIMBINGAN
Matrik antara jenis-jenis kegiatan pendukung bimbingan dan bidang-bidang bimbingan ialah sebagai berikut :
MATRIK KEGIATAN PENDUKUNG JENIS
DIKAITKAN DENGAN BIDANG-BIDANG BIMBINGAN
Kegiatan Pendukung
Bidang Bimbingan
Bimbingan Pribadi
Bimbingan Sosial
Bimbingan Belajar
Bimbingan Karier
1.  Aplikasi instrumentasi
bimbingan
1 A
1 B
1 C
1 D
2.  Penyelenggaraan
himpunan data
2A
2B
2C
2D
3.  Kunjungan rumah
3A
3B
3C
3D
4.  Alih tangan kasus
4A
4B
4C
4D
Isi setiap sel pada Matrik-matrik adalah satu atau sejumlah kegiatan pendukung yang perlu dilaksanakan oleh guru pembimbing/konselor di SMP.
Kegiatan-kegiatan dimaksud diuraikan pada bagian berikut ini.
B.    APLIKASI INSTRUMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING
Aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling bermaksud mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik (baik secara individual maupun kelompok), keterangan tentang lingkungan peserta-didik, maupun “lingkungan yang lebih luas” (termasuk di dalamnya informasi pendidikan dan jabatan).
Pengumpulan data dan keterangan ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. Hasil pengumpulan data itu dipakai dalam kegiatan layanan bimbingan sebagaimana tersebut pada Bab III.
Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh kegiatan pendukung aplikasi instrumentasi bimbingan ialah fungsi pemahaman.
1.     Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan pribadi (No.1A) meliputi kegiatan pengungkapan dan pengumpulan data dan keterangan berkenaan dengan karakteristik dan kondisi pribadi peserta didik, yaitu;
a.     Kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b.     Pengenalan, penerimaan perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan fisik serta psikhis yang terjadi pada diri peserta didik
c.     Pengenalan tentang kekuatan diri (seperti tingkat kecerdasan), bakat, minat dan penyaluran serta pengembangan.
d.     Pengenalan tentang kelemahan diri dan upaya penanggulangannya.
e.     Informasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, reproduksi, dan pendidikan sex.
2. Aplikasi instrumentasi dalam bimbingan sosial (No. 1B) meliputi kegiatan pengungkapan, pengumpulan data dan keterangan berkenaan dengan kemampuan kondisi hubungan sosial, yaitu tentang;
  1. kemampuan berkomunikasi, menerima dan menyampaikan pendapat secara logis, efektif dan produktif
  2. kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah, sekolah, dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi tata krama, norma dan nilai-nilai agama, adat istiadat dengan warga dan kebiasaan yang berlaku
  3. hubungan dengan teman sebaya, dan warga (di sekolah dan masyarakat)
  4. pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan tata tertib sekolah
  5. pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan bergotong royong.
3. Aplikasi instrumentasi untuk bimbingan belajar (No. 1C). Kegiatan ini meliputi pengungkapan dan pengumpulan data berkenaan dengan kemampuan dan kegiatan belajar peserta didik, yaitu tentang :
a.     tujuan belajar dan latihan
b.     sikap dan kegiatan belajar
c.     kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif.
d.     penguasaan materi pelajaran dan latihan/keterampilan
e.     pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial, dan budaya di sekolah dan lingkungan sekitar.
f.     orientasi belajar di sekolah menengah.
4.     Aplikasi Instrumentasi untuk Bimbingan Karier (No. 1 D). Kegiatan ini meliputi pengungkapan dan pengumpulan data berkenaan dengan pilihan pekerjaan dan pengembangan karier peserta didik, yaitu tentang:
  1. pilihan dan iatihan keterampilan
  2. orientasi dan informasi pekerjaan/karier, serta upaya memperoleh penghasilan.
  3. orientasi dan informasi lembaga-lembaga keterampilan (lembaga kerja/industri) sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karier.
  4. Pilihan, orientasi dan informasi sekolah menengah sesuai dengan arah pengembangan karier.
C.    PENYELENGGARAAN HIMPUNAN DATA
Penyelenggaraan himpunan data bemaksud menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik dalam berbagai aspeknya. Data yang terhimpun merupakan hasil dari upaya aplikasi instrumentasi bimbingan, dan apa yang menjadi isi himpunan data dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam kegiatan layanan bimbingan.
Himpunan data diselenggarakan secara sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
1. Fungsi utama bimbingan pribadi (No.2A) yang didukung oleh penyelenggaraan himpunan data ialah fungsi pemahaman :
a.     kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Yang Maha Esa.
b.     pengenalan dan penerimaan perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri pengenalan tentang kekuatan diri, bakat dan minat serta penyaluran dan pengembangannya.
c.     pengenalan tentang kelemahan diri dan upaya penanggulangannya.
d.     kemampuan mengambil keputusan (sederhana) dan pengarahan diri.
e.     perencanaan (sederhana) dan penyelenggaraan hidup sehat.
2.     Penyelenggaraan himpunan data untuk bimbingan pribadi sosial (No.2B).
Data yang perlu dihimpun ialah berbagai hal yang menyangkut karakteristik, kondisi, dan perkembangan sosial peserta didik serta berbagai hal yang mendukungnya, yaitu tentang;
  1. kemampuan berkomunikasi, serta menerima dan menyampaikan pendapat secara logis, efektif, dan produktif.
  2. kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah, sekolah, dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi tata krama, norma dan nilai-nilai agama, adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku.
  3. hubungan dengan teman Sebaya (di sekolah dan di masyarakat)
  4. pemamaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah.
  5. pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan bergotong-royong.
3.     Penyelenggaraan himpunan data untuk bimbingan belajar (No. 2C). Data yang perlu dihimpun ialah berbagai hal yang menyangkut karakteristik kondisi, dan perkembangan belajar peserta didik, yaitu tentang :
  1. tujuan belajar dan latihan
  2. sikap dan kebiasaan belajar
  3. kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif, efisien dan produktif.
  4. penguasaan metode pelajaran dan latihan/keterampilan
  5. pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, sosill dan budaya di sekolah dan lingkungan sekitar.
  6. orientasi belajar di sekolah menengah.
4.     Penyelenggaraan himpunan data untuk bimbingan karier (No. 2D). Data yang perlu dihimpun ialah berbagai hal yang menyangkut karakteristik, kondisi, dan perkembangan pilihan jabatan dan karier peserta didik serta bahan-bahan yang menunjangnya, yaitu tentang :
  1. pilihan dan latihan keterampilan
  2. orientasi dan informasi pekerjaan/karier, dunia kerja, dan upaya memperoleh penghasilan.
  3. orientasi dan informasi lembaga-lembaga keterampilan (lembaga kerja/industri) sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan karier.
  4. Pilihan, orientasi dan informasi sekolah menengah sesuai dengan arah pengembangan karier.
D.    KUNJUNGAN RUMAH
Kunjungan rumah mempunyai dua tujuan, yaitu pertama untuk memperoleh berbagai keterangan (data) yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan peserta didik, dan kedua untuk terselenggaranya kegiatan alih tangan yang dinamis dan produktif diperlukan kerjasama sebaik-baiknya dan berbagai pihak yang terkait, termasuk peserta didik yang bersangkutan.
Kegiatan dalam kunjungan rumah dapat berbentuk pengamatan dan wawancara terutama tentang kondisi rumah tangga, fasilitas belajar, dan hubungan antara anggota keluarga dalam kaitannya dengan permasalahan peserta didik. Masalah peserta didik yang dibahas itu dapat berada pada bimbingan pribadi (No 3A), bimbingan sosial, (No. 3B). bimbingan belajar (No: 3C) dan/atau bimbingan karier (No. 3D).
Pelaksanaan kunjungan rumah memerlukan perencanaan dan kerja sama yang baik antara pihak  pimpinan sekolah dengan keluarga, peserta didik.
Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh kegiatan kunjungan rumah ialah fungsi pemahaman.
E.    ALIH TANGAN KASUS
Di sekolah alih tangan kasus dapat diartikan bahwa guru, wali kelas, orang tua, dan/atau staf sekolah lainnya mengalih tangankan peserta didik yang bermasalah pada bidang bimbingan pribadi (No 4A), bimbingan sosial (No. 4B), bimbingan belajar (No. 4C). dan atau bimbingan karier (No. 4D) kepada guru pembimbing/konselor.
Sebaliknya, bila guru pembimbing/konselor menetukan peserta didik yang bermasalah dalam bidang pemahaman/penguasaan materi pelajaran/latihan secara khusus dapat mengalihtangankan peserta didik tersebut kepada guru mata pelajaran/pelatih untuk mendapatkan pengajaran/latihan perbaikan dan/atau program pengayaan. Guru pembimbing/konselor juga dapat mengalihtangankan permasalahan peserta didik yang berkaitan dengan penyimpangan prilaku kepada ahli-ahli lain yang relevan, seperti dokter, psikiater, ahli agama, dan lain-lain. Alih tangan kasus bermaksud mendapatkan penanganan yang tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik, dengan jalan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak kepada pihak yang lebih ahli.
Untuk terselenggaranya kegiatan alih tangan yang dinamis dan produktif diperlukan kerjasama sebaik-baiknya dan berbagai pihak yang terkait, termasuk peserta didik yang bersangkutan .
Fungsi utama bimbingan dan konseling yang didukung oleh kegiatan alih tangan ialah fungsi perbaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...