Masa Depanku
senja sore,
ya ditengah kegelapan senyawa bernama senja sorelah
tubuh lunglai dan lesu mulai merebah
mulai menjambak arogansi sanubari
entah apa yang menjadi dasarnya
tak ada kata marah, kata cemburu ataupun iri
dengan hati lapangnya ia mulai menatap
meskipun seharian tubuh terbujur kaku
setruman mesin ketik selalu menyerangnya
tak peduli dengan ragam yang dirasa
diri ini pun juga tak mengerti
kenapa dan mengapa
tak lagi muncul sebagai pertanyaan
apalagi hanya sebagai angan
melintas secepat pelangi oun tak sempat
lagi dengan lamanya berjemur matahari pagi
walau semua telah menusuk kornea mata
mengancam dan mempertajam otak
membelai punggung demi punggung
menghirup tangan kaku
dan mencambik-cambik semua yang ada
namun tetap demi satu tujuan
satu misi dan cita-cita luhur
tak bisa dia goyahkan dengan semua itu
ya, cita-cita luhur
tuk perbaiki nasib segala
tak perduli dengan apa
meskipun harus bersimpuh darah lara
dan berurai air mata
semua itu demi kamu
MASA DEPANKU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar