Kutemukan Putihku
terus dan terus
ku berjalan menelusuri bukit-bukit
nan terjal bak arus-arus deras
dengan sejuta kerikil kecil yang jail
terus berjalan
menelusuri hutan
nan penuh duri rusa
yang selalu memangsa
semua yang kupunya
masih tetap berjalan
menyeberangi laksana
samudra nan terbentang
dengan ikatan pesoda dunia
yang selalu memikat sang raga
di persimpangan langkah,
kumulai menemukanmu
wahai putihku
hati berbisik ragu,
ya ragu apakah aku harus berhenti
untuk memilihmu
ataukah masih harus berjalan?
namun, kamu memberi
satu keyakinan sendiri
terhadap hati ini
hati yang ragu
ku mulai babak baru
dalam langkah dengkupan hati
bersama dalam belaian hari
melewati dengan hati mu
ya kumulai semua yang baru
bersama mu
putihku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar