Jumat, 05 Mei 2017

Teori-Teori Karir

Teori Super

        Teori renan hidup (life span) dari Donald E. Super menitikberatkan pada proses perkembangan karir, yang berfokus pada pertumbuhan dan arah dari sejumlah persoalan karir individu sepanjang rentang hidup adalah teori yang mencakup periode waktu yang cukup panjang. Proses kematangan karir diawali dengan perkembangan untuk pengambilan keputusan karir pada masa kanak-kanak. Pada masa ini sejalan dengan perkembangan rasa keingintahuan dan penggalian untuk memperoleh informasi dari pengamatan dan peranan model-model. Hal ini akan mengarah pada perkembangan-perkembangan minat dan konsep dirinya, yang dihasilkan dari kemampuan untuk merencanakan karirnya.
        Perkembangan minat, kecakapan daya tahan dan nilai-nilai akan berlansung pada masa remaja. Sehubungan dengan perkembangan yang mengarah pada kematangan karir, maka individu pada masa remaja ini perlu dibekali dengan pengetahuan tentang pengambilan keputusan dan informasi jabatan. Pendekatan teori tentang rentan hidup banyak didasari oleh analisis Donald E. Super. Beberapa alasan mengapa teori ini dijadikan dasar bagi teori rentang hidup adalah sebagai berikut:
a. Teori perkembangan super adalah salah satu teori yang menggambarkan sebagaian kecin rentangan hidup,
b. Ada beberapa teori rentan hidup yang kemudian dikembangkan oleh Super menjadi suatu bentuk yang valid dalam teorinya disertai instrumen yang dapat digunakan dalam konseling,
c. Banyak penelitian yang dihubungkan dalam konseling dari teori perkembangan Super,
d. Beberapa karakter dan faktor dari perkembangan karir banyak memiliki kemiripan.
        Super (Sarf 1992: 121-122) mengasumsikan perkembangan karir merupakan peranan individu dalam dunia yang mereka tempati. Ia juga menjelaskan bahwa peranan individu mencakup pengaruh dan hasil belajar, layanan kelompok, peluang kerja, dan keluarga bagi perkembangan karir sepanjang hidup. Tahapan dan tugas menjadi point penting dalam teori Super. Ia menggambarkan teorinya dalam beberapa bagian yang mencakup hasil analisis Thorndike, Hull, Bandura, Freud, Jung, Adler, Murray, Maslow, Allport, Rogers, dan sebagainya. Dari teori-teori mereka Super membangun asumsi dasar untuk mengembangkan teorinya, Asumsi dasar itu meliputi aspek psikologis, kondisi genetik, aspek geografis, bangsa dan budaya memberikan pengaruh langsung bagi perkembangan karir. Secara garis besar aspek itu meliputi karakteristik perkembangan psikologis dan struktur sosial ekonomi dari lingkungan. Karakteristik psikologi mencakup kebutuhan-kebutuhan perkembangan, nilai-nilai, miat, intelegensi, bakat, dan kreatifitas yang mengarah pada perkembangan kepribadian individu yang kompleks. Faktor sosial ekonomi menyangkut masyarakat, sekolah, keluarga, teman sebaya, kondisi ekonomi pasaran tenaga kerja. Pengaruh struktur kerja dan kondisi tenaga kerja yang merupakan faktor kondisi luar dimana individu harus berinteraksi. Faktor piskologis dan sosial ekonomi memberikan pengaruh pada perkembangan dirinya. Individu belajar mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya sesuai tahapan perkembangannya, yang akan membentuk sebuah konsep pada dirinya.
       Perkembangan aspek psikologis dan sosio-ekonomis inilah terbentuk konsep diri individu sebagai hasil dari upaya mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, teori Super mengemukakakan teorinya tentang pemilihan karir sebagai implementasi dari konsep diri. Menurut teori Super (Surya, 1988:234) berkaitan dengan pemilihan karir adalah sebagai berikut;
a. Individu itu mempunyai kualifikasi atau kewenangan untuk banyak bidang pekerjaan,
b. Setiap bidang pekerjaan menuntut pola karakteristik kecakapan dan ciri-ciri pribadi,
c. Meskipun konsep diri individu dan situasi sosial berubah, proses pemilihan tetap berlangsung sejalan dengna pertumbuhan, mulai dari tahap eksplorasi, pemilihan dan penurunan,
d. Pola-pola karir (tingkatan, urutan, dan durasi pekerjaan) berkaitan dengan tingkat sosio-ekonomi orang tua, kecakapan, kepribadian, dan kesempatan,
e. Perkembangan Vokasional (karir) sebagai implementasi konsep dan merupakan hasil interaksi antara pembawaan, faktor fisik, kesempatan peran-peran tertantu, dan dukungan dari teman sebaya dan orang yang memiliki kelebihan,
f. Kepuasan tergantung pada kesempatan memperoleh kepuasan kebutuhuhan pribadi, dan situasi kerja yang memberikan kesempatan bermain peranan.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut lahirlah konsep Super yang berkaitan dengan peran-peran hidup dan tahap-tahap perkembangan.

(Dikutip dari "Konseling Karir Sepanjang Rentang Hidup", oleh Dr. Uman Suherman AS.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...