duri hati selalu merintih
menangis tatkala melirik dengan jernih
detik-detik darah nan lirih
kembali di putus dengan silih berganti
entah apa yang dirasa lagi
semua sudah terjadi
usaha yang selama ini
berusaha dengan susah payahnya dilakukan
dengan sekejap terhentikan
mungkin memang belum waktunya
jiwa tenang bersemayam
dalam pangkuan doa-doa suci
atau malah memang ini
lirik-lirik penuh duka
yang harus dilaluinya.
sungguh susah
tuk jadi apa yang kau mau
apa yang kau ingin
karena memang ini lah aku
dengan kekurangan yang tak terhitung lagi
yang jauh dibanding semua
yang memang tak ada apa-apanya
tapi akan kucoba
tuk jadi insan yang kau impikan
meski dengan apapun itu
meski dengan bagaimanapun itu.
ini hanyalah sepenggal jeritan hati
yang tak terbendung lagi
yang perih tatkala mendengar semua
tuntutan-tuntutan itu.
dan kata maaf
yang terucap pun
mungkin sudah terlalu bosan
bagai syair-syair yang tiap detik bahkan menit
selalu terucap, namun tak terlihat
tap kata itu tulus
dan memang hati ini yang ucap
dan inilah apa yang kamu pinta
akan kulakukan
selamat datang jiwa yang baru
yang membuatnya lebih tenang
dalam pelukannya
dan selamat tinggal jiwa
nan katanya unik
nan katanya sifat anak kecil
yang sering membuatmu kesal
bahkan jenuh denganku