Untukmu Kawanku
matahari mulai tersenyum kawan
dengan kafilah-kafilah kala dia mulai menenggok
tapi ingatkah saat kita bergandengan kawan?
saat kita mulai belajar menghirup dunia ini
dengan semangat yang tidak mungkin padam dari semburan api?
atau saat kita mulai berjalan menyusuri
aliran-aliran air yang keruh?
yang kala dulu kita tidak pernah bisa dipandang bersih?
hemmmm dunia ini kejam,
sungguh sangat teramat kejam,
dia bisa dan dengan tega membuat kita melepaskan tangan
hanya dengan kedipan matanya..
lalu, apa kabarnya bulan ya kawan?
yang dulu mengajari kita tuk menghitung bintang
tuk tunjukkan tangan demi merayu bidadari bintang?
apakah semua telah berubah kawan?
berubah tuk melanjutkan resepsi-resepsi penghianat
yang bisa membuat kemarahan ini tak terbendung?
atau hanya mencoba memberi kita kertas-kertas dengan ribuan soal-soal mematikan
yang untuk bisa membuat kita tertawa???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar