Kerapuhan Jiwa
saat tubuh mulai terguncang
ditengah hempasan hembusan angin
mulai menggoda
rayuan-rayuan pelit
dengan rintangan hujan munafik
bercampur darah segar penuh hina
penuh mani-mani politik
yang menyerang relung sukma
makna-makna pendusta
dari ujung sukma
mencairi kaki-kaki luka
ribuan teriakan surga
membisik
menciumi telinga
masuk
melebur dalam jiwa
menarik
hati dibanjiri noda
inilah aroma
pejuang
mulai tumbang dengan jiwa
mulai padam dengan hujan
mulai rapuh dengan hewan pengerat
mulai basi dengan pembaharuan
tapi,
mulai mencoba mengait kail
berjalan menyusuri awan berjalan
walau penuh duri-duri tajam
namun semua tak terhirau
bagai matahari
tak bisa berhenti
mencari arah pendakian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar