Sabtu, 17 Oktober 2015

Lelah Menunggu

meski tak secantik dewi rinjani,
tak setulus tulusnya kasih biru,
tak semanis senja sore hari,
tak sebaik lautan yang memberimu nafas kesejukan
tapi aku mampu bertahan
bertahan menghalangi cahaya pekat yang menusuk rusukmu
walau kamu tak paham
tak mengerti apa arti surgawi yang tulus
tapi aku akan tetap setia bersamamu
mendampingi, dan menemani.

aku mulai rapuh berjalan
tiap malam aku selalu berusaha untukmu
selalu berkorban waktu hanya untukmu
tapi tak pernahkah kamu melihat apa yang ku perjuangkan?
kamu bercerita ini itu tentang dia
tentang sosok yang mencuri perhatianmu
dengan sabar aku mendengar
aku mencoba untuk faham
bahwa cinta tak harus memiliki.

bersamamu
meski dengan makna sahabat yang kau beri
tapi itu cukup memberiku kebahagiaan
daripada harus jauh berpisah dengan mu
walau aku selalu menangis pilu
dengan cinta sebelah ini
biarlah saja aku yang merasakan
asalkan kamu bahagia dengan nya.

Senin, 06 Juli 2015

Bayangan Pandangan Pertama



sudahlah
mata ini sudah lelah
sudah malu berkedip
mulut ini sudah lelah
sudah hina memohon
telinga ini sudah lelah
sudah tak berkutik di bisikanmu
kaki ini sudah lelah
berlari mengejar matahari pagi
apalah hati ini
sudah lelah lah pasti
menangis dan menjerit

sejak kapan
entah bagaimana
sulit dengan rangkaian kata
bisa terjelaskan dengan semua
tak ada guna lagi
semua ini bertahan
menahan hempasan angin jahanam

sejak duduk di biru putih
semua ini muncul
semua ini bergejolak
meski terus menolak
untuk semua ini
tapi apa daya sanubari tetap memaksa

bangku demi bangku
ruang demi ruang
tahun demi tahun
ku coba melupakan
semua tentang rasa
namun apalah daya,
dari yang terkecil ini sudah bicara
meski tetap menolak

kehidupan baru pun terbentuk
dengan lingkungan abu-abu
mata sudah curi-curi waktu
kepada insan lain
tapi dengan foto
dengan bayangannya
tetap ada di sanubari
meski kali ke dua dengan yang lain
tapi tetap ada harapan

kedewasaan sudah ku gengam
berupaya memperbaiki masa lalu
membuang kenangan
semua sudah kulakukan
dan ini tengah berhasil

tapi, kamu muncul dengan jurus baru mu
muncul dengan pesonamu
dengan komunikasimu
apalah daya ini
semua yang terbuang
mulai terpunggut lagi
mulai terajut asa lagi

salahkah semua ini?
jika ku tetap mempertahakan
pandangan pertamamu
dan mendoakan namamu dalam doa ku?

Kamis, 02 Juli 2015

Masa Depanku

senja sore,
ya ditengah kegelapan senyawa bernama senja sorelah
tubuh lunglai dan lesu mulai merebah
mulai menjambak arogansi sanubari
entah apa yang menjadi dasarnya
tak ada kata marah, kata cemburu ataupun iri
dengan hati lapangnya ia mulai menatap
meskipun seharian tubuh terbujur kaku
setruman mesin ketik selalu menyerangnya
tak peduli dengan ragam yang dirasa

diri ini pun juga tak mengerti
kenapa dan mengapa
tak lagi muncul sebagai pertanyaan
apalagi hanya sebagai angan
melintas secepat pelangi oun tak sempat
lagi dengan lamanya berjemur matahari pagi

walau semua telah menusuk kornea mata
mengancam dan mempertajam otak
membelai punggung demi punggung
menghirup tangan kaku
dan mencambik-cambik semua yang ada
namun tetap demi satu tujuan
satu misi dan cita-cita luhur
tak bisa dia goyahkan dengan semua itu

ya, cita-cita luhur
tuk perbaiki nasib segala
tak perduli dengan apa
meskipun harus bersimpuh darah lara
dan berurai air mata
semua itu demi kamu
MASA DEPANKU

Kamis, 15 Januari 2015

Untukmu Kawanku

matahari mulai tersenyum kawan
dengan kafilah-kafilah kala dia mulai menenggok
tapi ingatkah saat kita bergandengan kawan?
saat kita mulai belajar menghirup dunia ini
dengan semangat yang tidak mungkin padam dari semburan api?
atau saat kita mulai berjalan menyusuri
aliran-aliran air yang keruh?
yang kala dulu kita tidak pernah bisa dipandang bersih?
hemmmm dunia ini kejam,
sungguh sangat teramat kejam,
dia bisa dan dengan tega membuat kita melepaskan tangan
hanya dengan kedipan matanya..
lalu, apa kabarnya bulan ya kawan?
yang dulu mengajari kita tuk menghitung bintang
tuk tunjukkan tangan demi merayu bidadari bintang?
apakah semua telah berubah kawan?
berubah tuk melanjutkan resepsi-resepsi penghianat
yang bisa membuat kemarahan ini tak terbendung?
atau hanya mencoba memberi kita kertas-kertas dengan ribuan soal-soal mematikan
yang untuk bisa membuat kita tertawa???

Selasa, 02 Desember 2014

Mendung Hati Layu


kegundahan kembali datang
berselimut kepalsusan
kembali merenggut
kesucian kesucian diri
yang mulai terbenam
bersama sinaran mentari sore
pada langit-langit merah jambu
dalam hentakan nada-nada syahdu


deadline pun turut menambah rancu
pikiran kini telah kehilangan madu
hanya racun pengadu
yang saling bercumbu
yang menggerogoti pikiran semu
tanpa sedikit rasa candu
dia selalu
menerobos melewati waktu
tuk hancurkan mimpi-mimpi dadu

Tuhan,
sampai kapan??
harus kujalani nestapa pahit ini
apakah ini caramu
tuk asingkanku dari dunia ini
agar ku tengadah dipelukmu
tuk ukirkan namamu
dibibirku,
ataukah ini
memang layak untukku
karna ku selalu menganggumu
disela-sela istirahatmu,

Tuhanku.....
tempat ku mengadu,
sampai kapan??
lirik-lirik nada ini
tetap kutulis
tuk obati sakitku
karna kekecewaan ini
sudah tak bisa terbendung,

Tuhan,
biarlah ku tenang sejenak
tanpa mengisi kerongkongan ini
dengan racun-racun duniawi
biarkan kuisi dengan alunan surgawimu
agar kubisa istirahat tenang bersamamu,

izinkanlah jiwa-jiwa labil ini
mengikuti perjalanan angin malam
saat jiwa tak lagi
punya dambaan pemimpin
hanya kedukaan bungalah
yang jadi penentu arah
tuk lalui sisa nafas panjang ini.........

Sabtu, 29 November 2014

Seorang Imam

wanita cerdas tahu
siapa itu imam siapa itu setan
didunia kah ataupun akhirat kah
dia berlabuhkan hatinya
kepada pemuas nafsu dunia
dia pasrahkan hidupnya
kepada sang supir kehidupan
dia berikan sucinya
kepada malaikat dunianya,

tapi wanita cerdas tak tahu
siapa itu sejatinya imam
yang bakal jadi tangannya
dalam mengarungi getirnya zaman
tuh sisihkan nestapa sesat,

hati sudah tertulis
dengan tinta tajam yang tak terhapus
darah dan badan pun ikut semarak
ketika nama tersebut pekat menempel dihati
semua jadi satu
tanpa ada konflik disatu sisi pun
semua menghendaki
dia,dia,dia
menjadi pemimpinku.

tepat pukul 10
semua telah berubah
semua telah sirna
bahkan bunga dalam hati yang berseni
seketika layu termangsa waktu
hilang, mati dan tak tersisa
bahkan badai yang damaipun
ikut berteriak diujung otak
meneriakkan protes-protes tajamnya
menghentakkan, menghentikan semua yang berjalan

milik calonku
dua kata
dua belas huruf
satu frasa
kecil tak bermakna jadi kalimat,
namun potongan kecil deretan huruf itu
dengan pedang samurainya
langsung menyayat dan memotong tubuh ini
memenggal habis hati damai
dan merusak fikiran-fikiran jernih

semua sudah lebur
lebur bersama dua kata api
dua kata perusak
dua kata penganggu

biarlah,
batin ini merana karnanya
dan biarkan pula semua yang kudamba hilang
lenyap dan lebur bersama calon imamku yang gagal.
November

tangis bulan terpancar disini
dibulan ini
dibulan penuh bintang ini
dibulan bertabur bunga ini
dibulan pembawa madu ini
dibulan perintis senyum ini
dan dibulan bermerah hati ini.

walau desember kelak
bakal iri dengan ini
dengan semua yang terjadi
dengan kebahagiaan hati
yang dimiliki
merona, memecah kelabu, dan membakar kalbu
pasti terjadi dibulan ini.

namun sayang sudah acuh
membiarkan semua lari
kembali geram
mengamuk ditumpukan air mata
mungkin,
mungkin karna satu nama
satu orang yang tak bisa berhenti
mengadili perkara hati
kala rohani mulai meradang

biarkanlah,
goresan hati ini bercerita
berkeluh kesah kepadanya
kepada yang benar-benar layak
tuk jadi pundak
dalam tapakan kaki-kaki manis hati
yang mungkin tak kan tersisa
setelah ucapan surgawinya
meracuni relung pikiran.

duhai semua pendamba,
salahkah nurani ini
yang mendamba seorang imam
yang berniat suci
tuk jalani kewajiban ilahi
salahkah daku yang hina ini
mendamba kepada sang penipu
penipu bermuka dewa
yang sebenarnya tak pantas tuk dipuja!!!!

Selasa, 28 Oktober 2014

bosan dengan kepastian

menunggu datangnya
matahari menuruni malam
usang diterpa gelap bulan
mati diterpa redupnya pelangi
mungkinkan ini?
tardir hidupku
yang mati
karna keegoisan
ataukah
memang surat layu itu
tak bisa terubah lagi
walau dengan tetesan embun
selalu membasahi kalbu
hanyalah
rindu berjalan sunyi
masuk ke dalam sanubari
ditelan mentah mentari
hinggap dengan baiduri
dalam sisi-sisi
kumbang sejati

Senin, 27 Oktober 2014

semangat2

Kerapuhan Jiwa


saat tubuh mulai terguncang
ditengah hempasan hembusan angin
mulai menggoda 
rayuan-rayuan pelit
dengan rintangan hujan munafik
bercampur darah segar penuh hina
penuh mani-mani politik
yang menyerang relung sukma 
makna-makna pendusta
dari ujung sukma 
mencairi kaki-kaki luka
                                  ribuan teriakan surga
                                  membisik 
                                  menciumi telinga 
                                  masuk
                                  melebur dalam jiwa
                                  menarik
                                  hati dibanjiri noda
inilah aroma
pejuang 
mulai tumbang dengan jiwa
mulai padam dengan hujan
mulai rapuh dengan hewan pengerat
mulai basi dengan pembaharuan
tapi,
mulai mencoba mengait kail
berjalan menyusuri awan berjalan
walau penuh duri-duri tajam
namun semua tak terhirau
bagai matahari 
tak bisa berhenti 
mencari arah pendakian

Sabtu, 25 Oktober 2014

Penyesalanku..........


Dulu, yah dulu
yah ketika itu
ketika angan-angan indah
memenuhi tempurung otak tak berotak
dengan berbagai jenis keindahan mimpi
yang indah tuk bisa dijalani.

Bodoh, kenapa harus percaya
dunia bain yang tak nyata
yang mulai dianggap dewa
tuk mengenggam dunia
yang pasti jadi imajinasi.

Dengan bodoh, pilihan sulit
menyayat jantung hati
merontokkan relung sanubari
membakar lentera jiwa
mencabut se-sel darah mati
bisa terpilih tanpa hitungan
yang tak terbayangkan.

Kini, dunia baru
dunia jauh dari mimpi
dunia yang benar-benar ditapaki
dunia yang menunjukkan jati dirinya
dunia yang tak kan bisa jadi seperti mimpi
telah lahir dan menemani
diri......
menghembuskan darah-darah kehidupan
yang sirna dengan pancaran sloki
kala diri mulai terguncang
dengan hentakan banjir yang iri.




part 2

Tahap Memperoleh Pemahaman Diri Menurut Teori Trait and Factor

        Pada tahap ini dideskripsikan minimal lima jenis tes yang sering digunakan oleh konselor dalam konseling karir trait and factor, yai...